Index News


- Segera setelah Pemda DKI Jakarta menerbitkan obligasi Rp 1,7 triliun pada Juni 2012, akan diikuti oleh Pemerintah Daerah lain. Bagi PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), harus ada yang pertama kali yang memulai. Saat obligasi sukses, maka Pemda lain akan mengekor.

"Demand-nya besar. Siapa yang berani pertama kali? Temen-teman bisa susul. Tugas dan fungsi kami sosialisasi Pemda dan calon investor," kata Direktur Utama Pefindo Ronald Tauviek A. Kasim di Jakarta, Selasa (7/2/2012).

Sampai saat ini, menurut Ronald proses penerbitan obligasi DKI Jakarta terus bergulir. Rencananya, Februari akhir akan dilakukan pemeringkatan surat utang Pemda DKI.

"Kapan penerbitan. Mereka mau secepatnya, tapi pasti tahun ini. Semua masih ada di mereka," tuturnya. Pefindo pun siap melakukan pemeringkatan atas obligasi Pemda pimpinan Foke ini.

"Kami perusahaan pemeringkat nasional. Kami sudah memasukan lelang. Tinggal tunggu hasilnya," ucap Vice President Municipality Ratings Pefindo, Endi Roswendi.

Seperti diketahui, Foke berencana menerbitkan obligasi Rp 1,7 triliun pada bulan Juni 2012. Sejak Januari lalu Pemda DKI tengah menyeleksi perusahaan penjaminan emisi (underwriter).

Hasil dana obligasi digunakan untuk membiayai empat proyek, diantaranya:

- Pembangunan RSUD Jakarta Selatan senilai Rp 185 miliar
- Pembangunan waste management Casablanca Rp 235 miliar
- Pembangunan rusun Daan Mogot senilai Rp 500 miliar
- Pembangunan terminal bus Pulogebang Rp 757 miliar


- Badan Pusat Statistik melaporkan bahwa produk domestik bruto (PDB) Indonesia tumbuh sebesar 6,5 persen sepanjang tahun 2011 dibandingkan tahun 2010. "Kalau dilihat dari triwulan per triwulan, triwulan IV-2011 dibandingkan triwulan III-2011 turun tipis 1,3 persen," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin, dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin (6/2/2012).

Menurut dia, penurunan dari triwulan III-2011 itu merupakan suatu siklus. Penurunan ini juga terjadi pada triwulan IV- 2010 dibandingkan periode yang sama tahun 2009. Hal yang sama juga terjadi pada tahun 2009 terhadap tahun 2008.

Penurunan secara triwulan itu disebabkan karena ada penurunan yang cukup tinggi pada sektor pertanian. Ia menyebutkan penurunan sektor pertanian karena pada periode akhir tahun bukan musim panen dan karena faktor perubahan cuaca. "Jadi penurunan sebagian besar disebabkan dari sektor pertanian, ada juga dari sektor pertambangan sedikit," tambah Suryamin. "Pertumbuhan (secara tahunan sebesar) 6,5 persen ini terjadi peningkatan di semua sektor kecuali sektor pertambangan," sebut dia.

Sektor pertambangan menurun tipis 0,26 persen. Sedangkan pertumbuhan tertinggi terjadi di sektor pengangkutan dan komunikasi dengan 10,7 persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran dengan 9,2 persen, dan sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan dengan 6,8 persen. Dengan pertumbuhan 6,5 persen maka besar PDB Indonesia atas dasar harga berlaku mencapai Rp 7.427,1 triliun sedangkan berdasarkan harga konstan (tahun 2000) Rp 2.463,2 triliun.


- Badan Pusat Statistik (BPS) menilai porsi upah buruh di Indonesia saat ini masih rendah jika dibandingkan dengan keseluruhan biaya produksi. Porsi itu pun masih jauh dibandingkan dengan margin yang diperoleh pengusaha.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Slamet Sutomo menyatakan selama ini upah buruh masih sekitar 20 persen dari keseluruhan biaya produksi. Sementara dari total margin yang diraih pengusaha dari hasil penjualan mereka bisa mencapai berlipat-lipat dari upah buruh per barang yang dijual.

"Kalau dari sisi penelitian yang namanya upah itu relatif lebih rendah, perbandingannya 20% : 80%. Kalau kita menghasilkan output itu berapa yang jadi upah, dan berapa yang jadi hasil kapital itu masih 20% : 80%. Ini masih terlalu rendah," ujarnya saat ditemui di kantornya hari Senin (6/2/2012).

Menurut Sutomo, seharusnya 40% bisa dialokasikan untuk upah agar para buruh bisa sejahtera. "Tapi harusnya seimbang, paling tidak 40% : 60% supaya kita hidup sejahtera, tapi itu masih tergantung kebijakan pemerintah," jelasnya.

Untuk itu, lanjut Sutomo, memang diperlukan revisi terkait peraturan upah buruh. Hanya saja, perlu diakui kenaikan upas pastilah memberikan dampak pada harga produk. "Makanya musti dilihat lagi tingkat upah kita supaya jangan terlalu rendah, makanya kita perlu revisi terkait peraturan upah tenaga kerja pada umumnya karena selama ini terlalu banyak yang diambil untuk kapital. Tapi dilema juga kalau upah dinaikkan biaya akan semakin mahal," jelasnya.

Namun, lanjut Sutomo, hal tersebut masih bisa dilakukan jika perusahaan bisa mengefisiensikan biaya produksinya.

"Tapi menurut saya kalau porsi surplus usaha itu sebagian dimasukkan ke upah karyawan kalau regulasinya bagus ya tidak ada masalah. Yang penting itu ya soal upah itu tadi, tapi seperti buah simalakama soal upah ini. Harusnya biaya lain-lain termasuk biaya produksi bisa lebih efisien," pungkasnya.


- Para pengusaha merasa optimistis menghadapi kondisi bisnis selama 3 bulan pertama 2012. Berdasarkan survei BPS, Indeks Tendensi Bisnis (ITB) triwulan I-2012 sebesar 108,37 artinya kondisi bisnis diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan IV-2011, menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) hari Senin ini.

Tingkat optimisme pelaku bisnis diperkirakan akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan IV-2011 (nilai ITB sebesar 106,92). Semua sektor ekonomi pada triwulan I-2012 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis.

Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi (nilai ITB sebesar 116,27), dan terendah terjadi pada Sektor Jasa-Jasa (nilai ITB sebesar 104,55).

Tercatat nilai ITB pada triwulan IV-2011 sebesar 106,92, berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme pelaku bisnis lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan III-2011 (nilai ITB sebesar 107,86).

Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 terjadi di semua sektor, kecuali Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan (nilai ITB sebesar 98,14). Peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada Sektor Konstruksi (nilai ITB sebesar 111,51).

Kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 108,27), penggunaan kapasitas produksi (nilai indeks sebesar 105,53), dan rata-rata jam kerja (nilai indeks sebesar 106,32).

Indeks Tendensi Bisnis adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik bekerja sama dengan Bank Indonesia. ITB merupakan indeks yang menggambarkan kondisi bisnis dan perekonomian pada triwulan berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang.

Ini dilakukan setiap triwulan di beberapa kota besar yang terpilih di seluruh provinsi di Indonesia. Jumlah sampel STB triwulan IV-2011 sekitar 2.000 perusahaan besar dan sedang, dengan responden pimpinan perusahaan.


- Bursa saham Hong Kong menguat diawal sesi perdagangan hari Senin ini, dengan saham kelas berat HSBC Holdings PLC memimpin kenaikan sektor perbankan setelah data tenaga kerja Amerika untuk bulan Januari mengalami peningkatan dan mendongrak bursa Wall Street hari Jumat lalu. Indeks Hang Seng naik 1.1% menjadi 20,979.83 dan indeks Hang Seng China Enterprises bertambah 1% menjadi 11,725.93. Indeks Shanghai Composite bertambah 0.4% menjadi 2,339.65.

Saham HSBC menanjak 2.6%, sementara operator Cosco Pacific Ltd melonjak 4.9%. Saham perbankan di China juga meningkat setelah para investor mereka hari Jumat kemarin mengizinkan 3 bank-bank paling top untuk memotong rasio pembagian devidennya dari 40% menjadi 35% di tahun 2011, sebuah langkah yang bertujuan untuk menambah modal kapital. Diantara bank-bank tersebut, Industrial & Commercial Bank of China Ltd meningkat 1.1%, China Construction Bank Corp memperoleh 1.6% dan Bank of China Ltd bertambah 1.5%.


- Bursa saham Jepang meningkat diawal sesi perdagangan hari Senin ini, dengan indeks Nikkei naik 1.3% menjadi 8,945.84 didukung data tenaga kerja Amerika yand dirilis hari Jumat kemarin. Saham manufaktur otomotif dan konsumen menguat, dengan Sony Corp naik 4.2%, Nissan Motor Co. menanjak 3.7% dan Honda Motor Co. bertambah 3.3%. USD/JPY saat ini diperdagangkan di kisaran level 76.73

 





Copyright Inter Pan Pasifik Futures 2008